Wisata Ke Bromo

Gunung Bromo

Ceritanya liburan kali ini di karenakan akan penatnya aktifitas kerja dan kuliah yang sangat padat. sehingga saya dan teman teman saya memutuskan untuk pergi berliburan. Pada awalnya, saya dan teman teman tidak tau mau kemana tempat liburan yang akan kita tuju.
Terlintaslah fikiran kita menuju bromo, karena di waktu itu cuaca sangat pas untuk di buat liburan ke bromo. Dan tentunya kita berangkat ke bromo tidak asal asalan, kita schedule persiapan apa saja yang perlu di bawa di pakai dan kendaraan apa yang bakal kita pakai untuk sampai ke bromo.
Tentunya kita berangkat dari malang menggunakan mobil, karena kapasitas yang d butuh kan harus mencukupi jumlah penumpang yang ada. kita berangkat dari malang sekitar pukul 12 malam. dan perjalan kita menuju bromo melewati kota probolinggo terlebih dahulu. Setibanya di tengger, kita singgah dulu di sekitaran rumah warga tengger untuk menyewa mobil jip. dikarenakan kendaraan pribadi seperti mobil tidak di perbolehkan untuk masuk di kawasan wisata gunung bromo. penyewaan mobil jip dikenakan tarif sebesar Rp 450.000,00 sudah termasuk tiket masuk dan perjalanan menuju 4 destinasi wisata yang ada di gunung bromo. Perjalanan menuju wisata gunung bromo di mulai sekitaran pukul 2.30 pagi. kita langsung di bawa menuju point view utama gunung bromo untuk melihat sunrise di puncak gunung bromo ..
Tapi sayang nya kondisi di waktu sunrise tidak begitu terlihat, di karenakan mendung yang datang dengan sangat tidak terduga. Alhasil sunrise yang kita dapatkan hanya seperti gambar di bawah ini..



Setelah puas berfoto ria di daerah point view. kita kembali lagi ke tempat parkir mobil jip kita tadi. dan tidak lupa juga, jangan sampai terlewat untuk berfoto bersama menggunakan jip juga ya haha ..

Setelah kita sempatkan berfoto dengan jip. Bapak sopir jip langsung mengajak kita ke tempat selanjutnya yaitu ke kawah bromo. Jangan sampai kalian ke bromo tapi tidak sempat mampir ke kawah gunung bromo nya. setelah sampai ketempat lokasi, kita di harus berjalan kaki terlebih dahulu untuk dapat melihat kawah dari gunung bromo, dan tidak lupa juga dengan 1000 anak tangga yang harus kita lewati terlebih dahulu. Dan juga bagi kalian yang tidak mau berjalan mungkin, kalian bisa naik kuda yang sudah di siapkan warga sekitar tengger, kurang lebih biaya yang di butuhkan untuk naik kuda sebesar Rp 80.000,00 atau mungkin juga bisa lebih, tergantung dari pemilik kudanya juga sih ..









Setelah kita puas berada di kawah ijen kita langsung di antar menuju ke pasir berbisik dan juga bukit teletubies. Kenapa di beri nama dengan pasir berbisik?? dikarenakan kondisi angin di sana yang menyisir di antara pasir yang membuat seakan akan pasir di sana memiliki suara seperti peluit yang halus seperti berbisik di antara kedua telinga kita. dan kenapa juga diberinama bukit teletubies?? di karena bukit di belakang gunung bromo tersebut mirip dengan film kartun yang pernah kalian lihat yaitu film kartun Teletubies haha ...






jika kalian sudah menyelesaikan tour di wisata gunung bromo, kita diantarkan lagi menuju tempat awal mobil kita parkir tadi. dan selesailah liburan kita di bromo kali ini. Syukur alhamdulillah kita bisa liburan dan menikmati indahnya berwisata di Gunung Bromo, sungguh tempat yang indah untuk dikunjungi. Terimakasih Gunung Bromo.

Indahnya Wisata Kawah Ijen



Blue Fire Kawah Ijen
(Source by google images)

Kabupaten Banyuwangi memiliki banyak sekali destinasi wisata yang layak diperhitungkan, salah satu tempat wisata yang paling populer di Kabupaten Banyuwangi adalah Wisata Kawah Ijen. Kawah Ijen sendiri merupakan kawah dari Gunung Ijen, Gunung Ijen masih berstatus gunung berapi aktif yang memiliki ketinggian 2.443 mdpl, dan ketinggian kaldera sekitar 200-300 meter. Gunung Ijen bersebelahan dengan Gunung Raung dan Gunung Merapi. Wisata Kawah Ijen ini masuk ke dalam wilayah Taman Nasional Ijen yang memiliki luas 2.560 hektare. Kawah Ijen yang berwarna biru telah lama terkenal dan banyak memukau para wisatawan, baik wisatawan domestik maupun internasional. Fenomena kawah biru ini hanya ada dua di dunia, yakni di Islandia dan di Indonesia, sehingga sangatlah wajar jika kawasan kawah ijen selalu diburu wisatawan, entah untuk sekedar berwisata, kegiatan fotografi, atau penelitian.

Perjalanan Menuju Gunung Ijen



Related image

Gapura pintu masuk kawah ijen
(Source by google images)

wisata kawah ijen terletak di perbatasan kabupaten banyuwangi dan kabupaten bondowoso, tepatnya di kecamatan licin, kabupaten banyuwangi dan kecamatan klobang, kabupaten bondowoso, provinsi jawa timur. jika kita berangkat dari kota surabaya, memang lebih dekat menuju kota bondowoso daripada kota banyuwangi. tetapi jarak dari kota bondowoso menuju paltuding kurang lebih 75 km, sedangkan dari kota banyuwangi menuju paltuding sekitar 30 km dengan kondisi jalan yang mulus. selain itu banyak pilihan moda tranportasi menuju kota banyuwangi daripada kota bondowoso mulai dari kereta api hingga bus, travel dan pesawat.

Jika kita ingin menuju kawah ijen via jalur banyuwangi, dari banyuwangi kota kita tinggal mengikuti saja arah ke licin-jambu-paltuding-kawah ijen, jangan khawatir tersesat karena sudah terdapat banyak plang penunjuk arah menuju ke sana. biasanya dari kota banyuwangi menuju ke kawah ijen membutuhkan waktu sekitar 1,5-2 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. selanjutnya jika kita berangkat dari bondowoso, jalur yang kita lewati dari bondowoso adalah sempol-wonosari-paltuding-kawah ijen. perjalanan kira-kira akan membutuhkan waktu 2,5-3 jam menggunakan kendaraan bermotor.

Selama perjalanan menuju Kawah Ijen dari Kota Banyuwangi kita akan disuguhi pemandangan-pemandangan gugusan pegunungan yang indah, tetapi selepas dari Licin kemudian menuju Paltuding jalan akan menjadi ekstrim, berkelok-kelok dan menanjak, biasanya tanjakan ini disebut tanjakan erek-erek. Setelah sampai di Paltuding kita diwajibkan untuk membayar tiket masuk Rp 2.000,- dan untuk parkir motor Rp 3.000,-. Kita tidak diijinkan mendaki pada sore hari, peraturan yang berlaku di pos perijinan pendakian akan dibuka pada pukul 01.00 WIB. Sambil menunggu pendakian kita bisa menyewa tenda untuk bermalam dengan harga Rp 75.000,- /malam di Camping Ground yang sudah tersedia atau menunggu di warung-warung kopi yang banyak berada di sekitar pos perijinan. Perlu dicatat bahwa warung-warung ini hanya buka pada hari libur dan akhir pekan, sehingga jika kita berangkat selain hari libur diharapkan membawa bekal dan perlengkapan kemping sendiri.

Pendakian Menuju Kawah Ijen



Jalur Pendakian di Puncak Kawah
(Source by google images)


Selanjutnya kita akan melakukan pendakian, sebaiknya kita mempersiapkan diri dan menyiapkan perbekalan terlebih dahulu sebelum melakukan pendakian, karena nanti kita akan berjalan selama kurang lebih 2 jam perjalanan, melewati jalan terjal dan menanjak, sehingga pasti akan banyak menguras tenaga. Beberapa jalur memiliki kemiringan 25-30 derajat. Serta jangan lupa menyiapakan masker yang sudah dibasahi karena bau belerang di sekitar kawasan Kawah Ijen akan sangat menyengat dan jaket tebal karena udara akan sangat dingin.



Tidak hanya menanjak, trek juga berpasir, yang pastinya akan semakin menyulitkan kita untuk mendaki, karena harus menahan berat badan agar tidak merosot kebelakang. Selain itu udara dingin yang mencapai 5 derajat celcius bahkan sampai minus akan menambah sensasi pendakian. Setelah sampai di Pos Bunder, trek akan berubah menjadi landai. Setelah kita berada di Puncak Gunung Ijen, rasa lelah akan terbayar, pemandangan indah kawah berwarna biru akan mempesona siapapun yang melihatnya.

Selain sebagai tempat wisata, Kawah Ijen juga dimanfaatkan bagi penduduk sekitar untuk menambang belerang secara tradisional. Sehingga jangan heran kita selama perjalanan menuju kawah ijen akan banyak menjumpai para penambang belerang. Lelehan gas belerang yang telah dialirkan ke dalam pipa yang nanti akan keluar menjadi lelehan belerang berwarna kemerah-merahan. Lelehan belerang ini akan membeku berwarna kuning, inilah yang nanti akan diambil para penambang belerang. Mereka memanggul bongkahan belerang hingga ke pos bundar, di pos ini hasil tambang mereka akan ditimbang. Harga sekitar 1 Kg belerang dihargai Rp 330,- sungguh tidak sebanding dengan jerih payah yang mereka lakukan. Seorang penambang belerang bisa memikul seberat 80-100 Kg dan berjalan kurang lebih 3 Km dengan jalur yang ekstrim, serta resiko kesehatan yang mengancam karena terlalu banyak menghirup asap belerang yang beracun.


Sunrise di Kawah Ijen

Kawah Ijen

Di sekitar Pos Bunder selain berdiri beberapa warung yang menjual makanan, juga terdapat penjual-penjual souvenir berupa patung-patung unik yang terbuat dari belerang hasil kerajinan masyarakat sekitar. Kita bisa beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan dari Puncak Gunung Ijen di warung-warung Pos Bunder sambil melihat-lihat hasil kerajinan souvenir patung belerang yang mungkin dapat menarik hati kita untuk membeli dan dijadikan oleh-oleh di rumah.
kawah ijen


Penambang Belerang Tradisional
(Source by google images)

Selama perjalanan turun kembali ke Kota Banyuwangi, di kaki Gunung Ijen juga terdapat alternative wisata tambahan, seperti perkebunan kopi yang ketika musim panen akan terasa semerbak harum buah kopi, serta pemandian air panas Blawan, Air Terjun Damar Wulan, Kawah Wurung dan Pondok Raja. Selain itu masih di sekitar Kabuipaten Banyuwangi, jangan lupa untuk juga mengunjungi destinasi-destinasi wisata yang tak kalah menarik lainnya seperti Taman Nasional Baluran, Pulau Merah, Taman Sri Tanjung, Dsb. Atau menghadiri event-event kebudayan dan wisata yang sedang digalakan oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi.




Source : http://cibunus.blogspot.com/2016/06/info-wisata-kawah-ijen-kabupaten.html?m=1

Wisata Ke Bromo

Gunung Bromo Source : http://blog.act.id/wp-content/uploads/2015/12/status-gunung-bromo.jpg Ceritanya liburan kali ini di karenakan a...